The Billionarie merupakan sebuah film dari tanah gajah putih yang menceritakan bagaimana seorang pelajar setingkat SMA memiliki keinginan kuat dalam melakukan bisnisnya. Keinginannya yang kuat terkadang membuat orang tuanya marah, bahkan diejek dan diremehkan orang. Top sebagai pemeran film ini tak jarang meninggalkan ruangan belajar dengan maksud hendak mewujudkan bisnisnya. Tapi jangan salah...Pemuda yang diwaktu SMA saja sudah mampu membeli sebuah mobil ini bukanlah anak yang nakal yang tak punya cita - cita dalam hidup. Bahkan sebaliknya Top memiliki cita cita melebihi kawan-kawan kuliahnya bahkan melebihi kebanyakan orang. Setiap Top meninggalkan kelas dia selalu menitipkan alat perekam kepada kawannya supaya dia tetap bisa belajar di rumah dan setiap keluar dari kuliah dia pasti belajar di lapangan (di pasar).
Dia tak segan-segan bertanya terhadap pelaku usaha yang kemudian ia catat dalam buku kecilnya. Setiap ilmu yang ia dapatkan di lapangan langsung ia praktekan. Tapi usahanya dalam meraih cita - cita tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegagalannya yang berulang-ulang membuatnya selalu berpikir bagaimana caranya supaya tetap sukses walaupun dengan memendam banyak rasa kecewa dan kesedihan. Kesedihannya memuncak karena ditinggalkan ayah dan ibunya yang sudah bangkrut dan terlilit hutang, pamannya yang selama ini setia mendampingi juga mengalami pendarahan di kepala setelah terjatuh di tempat mereka melakukan usaha. Namun Top tetap bisa bangkit dan selalu melakukan terobosan-terobosan supaya cita-citanya tercapai.
Saat usia 16 tahun dia adalah pencandu game online. Saat usia 17 tahun ia putus sekolah untuk menjadi penjual kacang. Saat usia 18 tahun keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta Baht atau sebesar Rp 12 Milyar. Saat usia 19 tahun dia mulai menciptakan cemilan rumput laut Tao Kae Noi yang dijual di 6000 cabang 7-Eleven di seluruh dunia.
Kini di usia 26 tahun ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand dan berpenghasilan sebesar 1500 juta Baht atau sebesar Rp 450 Milyar per tahun dan mempekerjakan sebanyak 2500 staf. Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.



Posting Komentar